Sunday, April 18, 2010

PAMERAN EDHI SUNARSO


YOGYAKARTA, 14/1- PAMERAN EDHI SUNARSO. Pengunjung lulus di antara karya maestro pematung, Edhi Sunarso pada pameran tunggal retrospektif berjudul di Yogyakarta, Jogja Gallery, Kamis (14 / 1). Edhi patung adalah patung selamat datang Bunderan HI Sunarso terkenal Jakarta, patung pembebasan Irian Barat, Patung Dirgantara, diorama, diorama di Monumen Nasional di Jakarta, dan lain-lain. AFP PHOTO / Regina Safri/ss/ama/10.

baca selengkapnya>>>>>>

Saturday, February 20, 2010

GREBEG .....!!!!! adalah acara puncak perayaan sekaten


Grebeg Muludan

Sekaten stres ditandai dengan Grebeg Muludan peringatan pada 12 (hanya ulang tahun Nabi Muhammad saw) dimulai pada pukul 8:00 pagi. Didampingi oleh 10 tentara dari Kraton: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijero, Surokarso dan Bugis, gundukan, terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan dan sayuran akan diambil dari sayuan istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan budaya Masjid Agung. Setelah dido'akan Gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat, yang percaya bahwa bagian dari gunung akan menjadi berkat untuk mereka. Bagian dari puncak suci akan dibawa pulang dan ditanam di padi / sawah, sehingga mereka menjadi subur dan bebas dari segala bencana dan bencana.

baca selengkapnya >>>>>>

Dari purworejo ke JOGJA Nonton sekaten


Di Purworejo Kalo Skatenan Ya kayak di pasar malam menjual isi berbagai macam barang-barang rumah tangga, dll ... Sekatenan membuat pakaian berasal dari bahasa "Creed" karena itu benar-benar merupakan kehormatan sekatenan kelahiran Nabi Muhammad, yang lahir 12 bulan Maulud, bulan ketiga Jawa. Sekaten adalah upacara awal merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Di samping Istana Yogyakarta sekatenan juga diadakan di Surakarta ..

baca selengkapnya>>>>>>

Sekaten.....jogja

Upacara Sekaten
Sekaten adalah upacara pendahuluan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Pada awal perkembangan Islam di Jawa, salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijogo, penggunaan instrumen musik gamelan Jawa, sebagai sarana untuk menarik masyarakat untuk datang menikmati pertunjukan karawitannya. Untuk tujuan ini menggunakan 2 peralatan gamelan, yang memiliki barel merdu Swart. Nogowilogo dan Kyai Kyai Gunturmadu. Kinerja pinggir, kemudian khotbah dan membaca ayat-ayat suci dari Kitab Al-Qur'an. Bagi mereka yang bertekad untuk memeluk Islam, agama mencari deklarasi ketaatan pada ajaran Islam. Istilah 'agama, yang diucapkan sebagai Syahadatain; Hal ini kemudian secara bertahap berubah dalam lafal, jadi; Syakatain dan akhirnya menjadi istilah; Sekaten, sampai sekarang. Dalam 5 bulan Maulud, dua gamelan, Kyai Kyai Guntur Nogowilogo dan madu, yang diambil dari penyimpanan dibangsal Sri Manganti untuk menghindari Ponconiti terletak di utara Kemandungan (Keben) dan sore mulai muncul di negara ini. Antara 23:00 sampai 24,00 dalam dua set gamelan tersebut dipindahkan pandangan pertama Masjid Agung Yogyakarta, dalam sebuah prosesi dari garis istana, disertai pengawal prajurit dalam Kerajaan lengkap.Pada seragam pada umumnya, orang Yogyakarta dan sekitarnya percaya bahwa mengambil bagian untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad S.AW. Pertanyaan ini akan dihargai dengan hadiah semesta alam, dan memberikan pemuda. Bagi petani, dalam hal ini diterapkan pada tanaman untuk datang untuk bekerja. Untuk memperkuat tekatnya ini, mereka memberi cambuk / pecut yang dibawa pulang. Selama sebulan sebelum memulai upacara Sekaten, Pemerintah kota Yogyakarta, memerintahkan perayaan pasar malam ini, yang diselenggarakan di Yogyakarta Square Utara.

BACA selengkapanya ..............

Friday, November 6, 2009

Jogja Java Carnival 2009



Jogja Java Carnival Glorious Party in the City

Jogja Java Carnival Glorious Party CityHow many times you'll see a carnival in your life? For me, there is only one. It happened yesterday evening at Jogja Java Carnival (JJC), I was a fan for a parade. It is worth enough to wait more than an hour carnival. "Hello, I miss my old-time hero. I called Java Superhero Gatutkaca," I said to myself. You know, sometimes a carnival every hero there to attract people to come. Carnival is like a gateway to remind me again, nothing less. This is such a good time to Reunion, as were young. There is no daily routine. There is no traffic jam, you should pass. There is no need to pay the bill. Life is so much fun and everyday is a holiday. Is not that so?

In JJC at least 1000 artists in the South came to Jogjakarta and Solo. Festival held to mark the 253rd Birthday Jogjakarta City. It is said that there was a big parade of the royal family while they are moving, I Sultan, New Palace, it was 253 years ago. Hundreds of soldiers, servants of the Prince and Princess Ambarketawang moved to the Palace to Palace Ngayogyakarta Hadiningrat. But now it is replaced by the art of carnival. Artist parade dressed up and acting seem like a strange creature, it seems strange but beautiful details. Yes, the whole street became a theater stage. Dynamic movement, colorful fashion, unique wardrobe and a good rhythm, music was a parade of South Street. Abu Bakar Ali carnival started the car park, and terminating the Alun-Alun Utara. Brings together 22 artists, some of which use a large vehicle, some were walking and the other was used for cycling. Most interested in was a big 'wayang' puppet shadow play, it puts a large truck, was a woman standing near wayang, another woman had to sit down with a cloth painting of white wax.

At 7, the parade moved on. It is time for you more and more tension, if you look at Carnival. Give your living room for more Breathe deeply and pleasantly be socialized. And it is boring for a little chit chat with others. As the JJC, the little boy sat closed. He told me that his father, "Dad, do you know how the appearance of a giant puppet. Is it a green, yellow or purple? Is it scary?" The man behind is definitely not understand what is meant by her boyfriend. "Yes, it can be. Or, as the last carnival. But it's not scary. This is funny." I just imagine that the carnival together and make them little debate. Suddenly, a group of queer dance was from the south, they sang "Play para waria membangun Yogyakarya tercinta (we have a fag with a built in Jogjakarta city)." They wore kebaya, Indonesian women dress in modern style. Their dance was so proud of the high heels!
more artikles>>>>>

Saturday, June 27, 2009

Festifal Yogyakarta Yogyakarta (FKY) 2009


Seni Gelar Festifal Yogyakarta Yogyakarta (FKY) 2009
http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4647.jpg
Masyarakat sangat antusias menyaksikan Festifal Kesenian Yogyakarta 2009

Festifal Kesenian Yogyakarta (FKY) 2009 adalah sebuah acara reguler yang diselenggarakan setiap tahun sekali. FKY 2009 ini mengambil tema Golong Gilig diselenggarakan di Benteng Vredeberg Jalan Malioboro, 7 hingga 30 Juni 2009. Seni dalam festifal ini melayani beragam berbagai kerajinan, seni dan Yogyakarta. Selain itu, setiap malam juga menjabat sebagai seni khas jogjakrta ketoprak, tayup dan balet.

FOTO LAINNYA:
Http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4691.jpg kampanye dilakukan di sekitar jalan Malioboro. Dua Orang yang terlihat Pakaian Khas wayang yang tengah melakukan kegiatan Kampanye di FKY 2009
Pengunjung http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4650.jpg promiscuous batik di salah satu stand FKY 2009
Batik http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4657.jpg menjadi daya tarik bagi pengunjung. Terlihat pengunjung memilih Batik Kanigoro di salah satu stand FKY 2009
Menulis batik http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4665.jpg Kulon Progo menampilkan berbagai motif batik di FKY 2009. Batik dan kegiatan usaha di Kulon Progo yang tersendat akibat Gempa di tahun 2006. sekarang kegiatan Batik Kulon Progo mulai bangkit kembali.
http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4678.jpg Selain kerajinan, batik, dan seni, FKY 2009 juga menunjukkan hasil karya anak-anak sekolah. salah satu peserta pameran SDN 3 Sedayu menampilkan berbagai karya siswa seperti lukisan.
Seni Lukis http://www.beritajogja.com/contentimg/files/cimg4683.jpg mendapatkan tempat tersendiri di FKY 2009. Dalam FKY 2009 terdapat pelukis yang menawarkan hasil nya. Selain itu, seniman ini menawarkan layanan lukisan wajah.

Sunday, May 24, 2009

Monggo, Brown's Jogja Unik



Monggo, Brown's Jogja Unik

5 Mei 2009 oleh jogjakini
//jogjakini.wordpress.com/2009/05/05/monggo-coklat-unik-dari-jogja/

Ada unik coklat dibuat di Yogyakarta bule laki-laki. Nama, Cokelat Monggo. It's pas, kemasan ini juga khas Gudeg. Awal kisahnya, pada tahun 2001, asing asal seorang lelaki bernama Thierry Detournay Belgia, kunjungan ke Yogya. Sebagai warga Belgia menggilai tinggi kualitas kakao, cokelat Thierry sulit untuk memenuhi seleranya.
Coklat Monggo: camell

Coklat Monggo: camell
Coklat Monggo: gelap

Coklat Monggo: gelap

Thierry mulai membuat coklat. Jenis truffle coklat dan coklat-kecil. "Teman berkata, saya dibuat lezat coklat dan belum pernah mencoba sebagai coklat. Dalam Belgia, saya tidak pernah mengambil pelatihan meracik coklat dengan ahli," ujar Thiery yang fasih berbahasa Indonesia.

Kemudian, dia bertemu Edward Riando Picasauw alias Edo setuju dan menekuni bisnis coklat. "Modal cuma Rp 150 juta," kenangnya. Mereka telah menjual Vespa digunakan di dalam gereja sebelum akhirnya membuka toko.

Tak disangka, penjualan perilaku mereka. "Akhirnya kami membuat CV Anugerah Mulia dan label Cokelat Monggo." Nama ini sengaja dipilih karena sangat mudah diingat dan dekat dengan masyarakat Indonesia.

Konsep rasa Timur dan Barat berhasil dijalankan dan Thierry Edo. Salah satu produk yang sangat baik Cokelat Monggo Dark Chocolate.

"Kami menggunakan 58% tanpa kokoa campuran minyak sayur, sehingga benar-benar coklat." Aneka variasi dibuat. Salah satu praline jambu mete sebagai keras untuk mendapatkan disini kemiri atau walnut.

Ayah satu anak ini untuk memastikan, kualitas coklat sepon racikannya tidak bersaing dengan asal Eropa, yang sangat populer favor. "Kami tidak membuat pengawet, semua alam. Proses ini juga berbeda. Tidak semua orang dapat melakukannya."

Pada saat ini, setiap hari Thierry dibantu 55 karyawan dan dapat menghasilkan hingga 1.000 coklat, baik bentuk dan kemasan batangan khusus. Semua adonan masih dilakukan oleh orang-orang yang menikah dengan perempuan asli Solo.

Proses pembuatan masih dilakukan secara manual dengan Thierry. Semua cokelat diproduksi dalam rumah kecil di kawasan Kotagede. Keunikan pembuatan Thiery terletak pada kemasannya. Mengusung konsep ramah lingkungan, dikemas dengan kertas daur ulang coklat berdesain khas.

"Kami memiliki desainer grafis sendiri. Konsep sederhana, mungkin karena Yogya. Jika di Jakarta, kemasan lebih mewah, sedangkan untuk pasar Bali, Bali penari gambar," kata Thiery, juga menerima pesanan khusus seperti untuk hadiah perkawinan, atau Natal valentine. (Yeta Angelina)

Nb: Kisaran mulai Rp.10 ribu hingga Rp. 20 ribu.

Sumber:
http://kompas.co.id/read/xml/2009/01/06/10543767/monggo.coklat.unik.dari.jogya diterbitkan: Selasa, 6 Januari 2009

Foto:
http://www.chocolatemonggo.blogspot.com/

Ditulis Oleh Oleh di Jogja, Jogja Pariwisata | terkait Jogja, Jogja Oleh Oleh, pariwisata | 5 Komentar