Sunday, July 21, 2013

jogja istimewa



beberapa hari lalu aku melintas dengan sepeda motor di jln.AM.sangaji timur pasar kranggan jogja...aku melihat sebuah bangunan tugu yang masih berdiri megah menantang setiap orang yang lewat untuk mengabadikanya,dengan angkuh dia berdiri tegak bagaikan model siap untuk difoto bangunan itu adalah TUGU JOGJA dibangun entah sudah beratus-ratus tahun yang lalu oleh raja mataram kala itu dan sampai kini masih berdiri kokoh menjulang ke angkasa,meskipun telah beberapa kali renovasi tapi keaslianya masih terjaga,bahkan setap orang yang datang kejogja selalu menyempatkan berpose disini.....jogja istimewa...istimewa kotanya ,orang nya dan budayanya.....!!!

Monday, September 10, 2012

karnaval budaya jogjakarta




Tiga warisan berupa kanopi (Songsong), keris dan tombak akan dikirab peserta Mataram mengunjungi warisan budaya dengan 222 km jauhnya dari Maret dan selesai pelatawan Sewandanan Puro Pakualaman pertunjukan KRATON. Karnaval diperkirakan akan selesai pada Minggu malam Barekendan Mataram mengunjungi warisan budaya dibagi menjadi etapi beberapa dari Pura Pakualaman-Nangsri Girikerto--Sleman-Sodo Paliyan - Gunungkidul - Parangkusuma - Parangtritis - Brosot - Kulonprogo - Ambarketawang - istana sultan. Babak pertama dimulai pukul 08.00 dari Puro Paku Alaman Musim Semi Panguripan Nangsri melalui jalan-jalan Sultan Agung, P.Senapati, Letnan Suprapto, Mahasiswa Angkatan Darat Magelang Street, NYC, NY, Black Somo Gereja Katolik. Pada tahap kedua, (09.30), makam Ki Ageng Memimpin spring Panguripan Nangsri tua Candi teater jalanan melalui Hamlet Army Binangun-Mahasiswa-Ring Road jembatan utara Yogyakarta-Jackie-Piyungan-Patuk Wonosari persegi Jalan-Jalan Veteran Memimpin Ki Ageng: Tahap ketiga dari Ki kuburan di 12.45 menyeberang dari pantai Memimpin SDNegeri Ageng Parangkusumo Mulusan-Marga cagar alam wilayah Trueo Paliyan-Junction-Polisi-Puskesmas Saptosari panggang II-Central Coast

learn more>>>

Tuesday, December 21, 2010

Community Bening Griya Homestay,kasongan




Community Bening Griya Homestay is situated in the quiet village Kalipucang, an area rich in cultural delights. Kalipucang surrounded by fields and open air art workshops. A wider area around Kalipucang known as Kasongan, and the area that specializes in the production of pottery. Just a short walk you can find art galleries to admire the best of Central Java. Community Bening Griya Homestay situated in Bantul, one hour by bus from the city of Yogyakarta hum.

for learn more kalipucang..??? CLIK HERE>>

or CLIK HERE>>

Sunday, April 18, 2010

PAMERAN EDHI SUNARSO


YOGYAKARTA, 14/1- PAMERAN EDHI SUNARSO. Pengunjung lulus di antara karya maestro pematung, Edhi Sunarso pada pameran tunggal retrospektif berjudul di Yogyakarta, Jogja Gallery, Kamis (14 / 1). Edhi patung adalah patung selamat datang Bunderan HI Sunarso terkenal Jakarta, patung pembebasan Irian Barat, Patung Dirgantara, diorama, diorama di Monumen Nasional di Jakarta, dan lain-lain. AFP PHOTO / Regina Safri/ss/ama/10.

baca selengkapnya>>>>>>

Saturday, February 20, 2010

GREBEG .....!!!!! adalah acara puncak perayaan sekaten


Grebeg Muludan

Sekaten stres ditandai dengan Grebeg Muludan peringatan pada 12 (hanya ulang tahun Nabi Muhammad saw) dimulai pada pukul 8:00 pagi. Didampingi oleh 10 tentara dari Kraton: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijero, Surokarso dan Bugis, gundukan, terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan dan sayuran akan diambil dari sayuan istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan budaya Masjid Agung. Setelah dido'akan Gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat, yang percaya bahwa bagian dari gunung akan menjadi berkat untuk mereka. Bagian dari puncak suci akan dibawa pulang dan ditanam di padi / sawah, sehingga mereka menjadi subur dan bebas dari segala bencana dan bencana.

baca selengkapnya >>>>>>

Dari purworejo ke JOGJA Nonton sekaten


Di Purworejo Kalo Skatenan Ya kayak di pasar malam menjual isi berbagai macam barang-barang rumah tangga, dll ... Sekatenan membuat pakaian berasal dari bahasa "Creed" karena itu benar-benar merupakan kehormatan sekatenan kelahiran Nabi Muhammad, yang lahir 12 bulan Maulud, bulan ketiga Jawa. Sekaten adalah upacara awal merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Di samping Istana Yogyakarta sekatenan juga diadakan di Surakarta ..

baca selengkapnya>>>>>>

Sekaten.....jogja

Upacara Sekaten
Sekaten adalah upacara pendahuluan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Pada awal perkembangan Islam di Jawa, salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijogo, penggunaan instrumen musik gamelan Jawa, sebagai sarana untuk menarik masyarakat untuk datang menikmati pertunjukan karawitannya. Untuk tujuan ini menggunakan 2 peralatan gamelan, yang memiliki barel merdu Swart. Nogowilogo dan Kyai Kyai Gunturmadu. Kinerja pinggir, kemudian khotbah dan membaca ayat-ayat suci dari Kitab Al-Qur'an. Bagi mereka yang bertekad untuk memeluk Islam, agama mencari deklarasi ketaatan pada ajaran Islam. Istilah 'agama, yang diucapkan sebagai Syahadatain; Hal ini kemudian secara bertahap berubah dalam lafal, jadi; Syakatain dan akhirnya menjadi istilah; Sekaten, sampai sekarang. Dalam 5 bulan Maulud, dua gamelan, Kyai Kyai Guntur Nogowilogo dan madu, yang diambil dari penyimpanan dibangsal Sri Manganti untuk menghindari Ponconiti terletak di utara Kemandungan (Keben) dan sore mulai muncul di negara ini. Antara 23:00 sampai 24,00 dalam dua set gamelan tersebut dipindahkan pandangan pertama Masjid Agung Yogyakarta, dalam sebuah prosesi dari garis istana, disertai pengawal prajurit dalam Kerajaan lengkap.Pada seragam pada umumnya, orang Yogyakarta dan sekitarnya percaya bahwa mengambil bagian untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad S.AW. Pertanyaan ini akan dihargai dengan hadiah semesta alam, dan memberikan pemuda. Bagi petani, dalam hal ini diterapkan pada tanaman untuk datang untuk bekerja. Untuk memperkuat tekatnya ini, mereka memberi cambuk / pecut yang dibawa pulang. Selama sebulan sebelum memulai upacara Sekaten, Pemerintah kota Yogyakarta, memerintahkan perayaan pasar malam ini, yang diselenggarakan di Yogyakarta Square Utara.

BACA selengkapanya ..............