Custom Search

Tuesday, December 21, 2010

Community Bening Griya Homestay,kasongan




Community Bening Griya Homestay is situated in the quiet village Kalipucang, an area rich in cultural delights. Kalipucang surrounded by fields and open air art workshops. A wider area around Kalipucang known as Kasongan, and the area that specializes in the production of pottery. Just a short walk you can find art galleries to admire the best of Central Java. Community Bening Griya Homestay situated in Bantul, one hour by bus from the city of Yogyakarta hum.

for learn more kalipucang..??? CLIK HERE>>

or CLIK HERE>>

Sunday, April 18, 2010

PAMERAN EDHI SUNARSO


YOGYAKARTA, 14/1- PAMERAN EDHI SUNARSO. Pengunjung lulus di antara karya maestro pematung, Edhi Sunarso pada pameran tunggal retrospektif berjudul di Yogyakarta, Jogja Gallery, Kamis (14 / 1). Edhi patung adalah patung selamat datang Bunderan HI Sunarso terkenal Jakarta, patung pembebasan Irian Barat, Patung Dirgantara, diorama, diorama di Monumen Nasional di Jakarta, dan lain-lain. AFP PHOTO / Regina Safri/ss/ama/10.

baca selengkapnya>>>>>>

pantai baru masih perawan



pantai baru andalan jogja

hai temen temen ada info menarik tentang jogja ,sekarang ada obyek wisata baru lho djogja yaitu pantai kuwaru.disini kamu dapat menemukan pemandangan yang indah nan sejuk ditemani dengan berbagai minuman segar es degan dan kamu bisa juga sambil mancing ,momong anak asyik2{ngobrol maksudnya} dibawah rimbunan cemara pokoknya ok deh silahkan datang aj .....lokasinya sebelah timur pantai pandansimo jogja

Saturday, February 20, 2010

GREBEG .....!!!!! adalah acara puncak perayaan sekaten


Grebeg Muludan

Sekaten stres ditandai dengan Grebeg Muludan peringatan pada 12 (hanya ulang tahun Nabi Muhammad saw) dimulai pada pukul 8:00 pagi. Didampingi oleh 10 tentara dari Kraton: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijero, Surokarso dan Bugis, gundukan, terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan dan sayuran akan diambil dari sayuan istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan budaya Masjid Agung. Setelah dido'akan Gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat, yang percaya bahwa bagian dari gunung akan menjadi berkat untuk mereka. Bagian dari puncak suci akan dibawa pulang dan ditanam di padi / sawah, sehingga mereka menjadi subur dan bebas dari segala bencana dan bencana.

baca selengkapnya >>>>>>

Dari purworejo ke JOGJA Nonton sekaten


Di Purworejo Kalo Skatenan Ya kayak di pasar malam menjual isi berbagai macam barang-barang rumah tangga, dll ... Sekatenan membuat pakaian berasal dari bahasa "Creed" karena itu benar-benar merupakan kehormatan sekatenan kelahiran Nabi Muhammad, yang lahir 12 bulan Maulud, bulan ketiga Jawa. Sekaten adalah upacara awal merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Di samping Istana Yogyakarta sekatenan juga diadakan di Surakarta ..

baca selengkapnya>>>>>>

Sekaten.....jogja

Upacara Sekaten
Sekaten adalah upacara pendahuluan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Dilaksanakan pada tanggal 5-12 Februari dari bulan yang sama. Pada awal perkembangan Islam di Jawa, salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijogo, penggunaan instrumen musik gamelan Jawa, sebagai sarana untuk menarik masyarakat untuk datang menikmati pertunjukan karawitannya. Untuk tujuan ini menggunakan 2 peralatan gamelan, yang memiliki barel merdu Swart. Nogowilogo dan Kyai Kyai Gunturmadu. Kinerja pinggir, kemudian khotbah dan membaca ayat-ayat suci dari Kitab Al-Qur'an. Bagi mereka yang bertekad untuk memeluk Islam, agama mencari deklarasi ketaatan pada ajaran Islam. Istilah 'agama, yang diucapkan sebagai Syahadatain; Hal ini kemudian secara bertahap berubah dalam lafal, jadi; Syakatain dan akhirnya menjadi istilah; Sekaten, sampai sekarang. Dalam 5 bulan Maulud, dua gamelan, Kyai Kyai Guntur Nogowilogo dan madu, yang diambil dari penyimpanan dibangsal Sri Manganti untuk menghindari Ponconiti terletak di utara Kemandungan (Keben) dan sore mulai muncul di negara ini. Antara 23:00 sampai 24,00 dalam dua set gamelan tersebut dipindahkan pandangan pertama Masjid Agung Yogyakarta, dalam sebuah prosesi dari garis istana, disertai pengawal prajurit dalam Kerajaan lengkap.Pada seragam pada umumnya, orang Yogyakarta dan sekitarnya percaya bahwa mengambil bagian untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad S.AW. Pertanyaan ini akan dihargai dengan hadiah semesta alam, dan memberikan pemuda. Bagi petani, dalam hal ini diterapkan pada tanaman untuk datang untuk bekerja. Untuk memperkuat tekatnya ini, mereka memberi cambuk / pecut yang dibawa pulang. Selama sebulan sebelum memulai upacara Sekaten, Pemerintah kota Yogyakarta, memerintahkan perayaan pasar malam ini, yang diselenggarakan di Yogyakarta Square Utara.

BACA selengkapanya ..............

Friday, November 6, 2009

Jogja Java Carnival 2009



Jogja Java Carnival Glorious Party in the City

Jogja Java Carnival Glorious Party CityHow many times you'll see a carnival in your life? For me, there is only one. It happened yesterday evening at Jogja Java Carnival (JJC), I was a fan for a parade. It is worth enough to wait more than an hour carnival. "Hello, I miss my old-time hero. I called Java Superhero Gatutkaca," I said to myself. You know, sometimes a carnival every hero there to attract people to come. Carnival is like a gateway to remind me again, nothing less. This is such a good time to Reunion, as were young. There is no daily routine. There is no traffic jam, you should pass. There is no need to pay the bill. Life is so much fun and everyday is a holiday. Is not that so?

In JJC at least 1000 artists in the South came to Jogjakarta and Solo. Festival held to mark the 253rd Birthday Jogjakarta City. It is said that there was a big parade of the royal family while they are moving, I Sultan, New Palace, it was 253 years ago. Hundreds of soldiers, servants of the Prince and Princess Ambarketawang moved to the Palace to Palace Ngayogyakarta Hadiningrat. But now it is replaced by the art of carnival. Artist parade dressed up and acting seem like a strange creature, it seems strange but beautiful details. Yes, the whole street became a theater stage. Dynamic movement, colorful fashion, unique wardrobe and a good rhythm, music was a parade of South Street. Abu Bakar Ali carnival started the car park, and terminating the Alun-Alun Utara. Brings together 22 artists, some of which use a large vehicle, some were walking and the other was used for cycling. Most interested in was a big 'wayang' puppet shadow play, it puts a large truck, was a woman standing near wayang, another woman had to sit down with a cloth painting of white wax.

At 7, the parade moved on. It is time for you more and more tension, if you look at Carnival. Give your living room for more Breathe deeply and pleasantly be socialized. And it is boring for a little chit chat with others. As the JJC, the little boy sat closed. He told me that his father, "Dad, do you know how the appearance of a giant puppet. Is it a green, yellow or purple? Is it scary?" The man behind is definitely not understand what is meant by her boyfriend. "Yes, it can be. Or, as the last carnival. But it's not scary. This is funny." I just imagine that the carnival together and make them little debate. Suddenly, a group of queer dance was from the south, they sang "Play para waria membangun Yogyakarya tercinta (we have a fag with a built in Jogjakarta city)." They wore kebaya, Indonesian women dress in modern style. Their dance was so proud of the high heels!
more artikles>>>>>